“Yang paling utama berhadapan langsung dengan masyarakat adalah tiga pilar. Kekompakan inilah yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Inovasi Desa Jaga Keamanan
Selain menilai sinergitas tiga pilar, tim Mabes Polri juga melihat berbagai inovasi desa dalam menjaga keamanan lingkungan.
Keberadaan pos siskamling, partisipasi masyarakat, hingga pelaksanaan program-program yang mendukung Asta Cita Presiden menjadi bagian dari penilaian.
Budi berharap melalui kegiatan tersebut, desa-desa di Indonesia semakin termotivasi untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan keamanan lingkungan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya penilaian ini situasi kamtibmas semakin kondusif, desa semakin maju, dan masyarakat semakin berdaya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., yang mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, menyebut keberhasilan Desa Rancah menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Ciamis.
Ia menegaskan, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menciptakan tata kelola pemerintahan sekaligus keamanan yang baik.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan pondasi utama pembangunan. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci untuk mewujudkan Ciamis yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Hasil penilaian Lomba Tiga Pilar tingkat nasional itu dijadwalkan diumumkan pada akhir Juli 2026.
Desa Rancah pun kini menaruh harapan besar untuk mengharumkan nama Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat di tingkat nasional.














