banner 720x220
News  

Ciamis Zero PMK: Proteksi Berlapis dari Kandang hingga Pisau Juleha

Kepala Disnakkan Ciamis memastikan hewan kurban di Mapolres dan Masjid Agung bebas dari penyakit mulut dan kuku. Sukses ini berkat barikade polisi yang memperketat mobilisasi ternak.

Di Mapolres Ciamis, prosesi eksekusi dipimpin oleh dua Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.

Termasuk Kabag Ops Polres Ciamis yang turun langsung mengayunkan pisau.

​Bobot pengawasan kian tebal dengan hadirnya tim pemantau dari Kementerian Pertanian.

“Tim dari kementerian menerjunkan tiga personel untuk memeriksa langsung sapi dan domba di dua titik utama, yakni Masjid Agung dan Mapolres. Alhamdulillah, semua lolos uji dan sangat layak konsumsi,” kata Wahyu menambahkan.

​Siasat Karantina: Manusia Bisa Jadi Carrier

​Saat disinggung mengenai langkah mitigasi jika sewaktu-waktu ditemukan kasus PMK di lapangan, Wahyu menjelaskan bahwa Disnakkan telah menyiapkan protokol ketat yang menyerupai penanganan isolasi Covid-19.

Jika ada ternak yang terindikasi positif, petugas akan langsung melakukan pelacakan (tracing) hingga ke bandar asal.

​Langkah berikutnya adalah mengunci total aktivitas kandang agar mata rantai penularan terputus.

Menariknya, Wahyu mengingatkan bahwa prosedur karantina tidak hanya berlaku bagi hewan, melainkan juga bagi para peternak atau perawatnya.

​”Manusia bisa menjadi carrier atau pembawa virus PMK. Karakter peternak kita kan biasanya sangat menyatu dan telaten saat mengurus ternak. Kalau mereka menyentuh sapi yang sakit lalu pindah mengurus sapi yang sehat tanpa sterilisasi, virusnya pasti akan menular lewat perantara manusia. Karena itu, perawatnya pun harus ikut dikarantina,” tutur Wahyu menutup perbincangan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *