banner 720x220
News  

Bupati Ciamis Harap Trump, Netanyahu Bisa Diundang ke Gong Perdamaian

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat sambutan di acara Milangkala ke-17 Gong Perdamaian
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat sambutan di acara Milangkala ke-17 Gong Perdamaian

Kesepakatan itu menjadi bagian dari sejarah Galuh dalam menjaga persatuan dan menciptakan harmoni.

Karena itu, Herdiat menilai masyarakat Ciamis memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai tersebut.

Ia juga ingin generasi sekarang meneruskan pesan perdamaian yang diwariskan leluhur.

“Perdamaian bukanlah hal yang asing bagi kita, melainkan telah menjadikan peradaban Galuh yang harus kita rawat dan kita wariskan kepada dunia,” kata Herdiat.

Selain berbicara tentang sejarah, Herdiat menyoroti dampak konflik global terhadap kehidupan masyarakat.

Ia mengatakan perang yang berlangsung di berbagai negara tetap dapat memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia meski konflik tersebut tidak terjadi di dalam negeri.

Ia mencontohkan kenaikan harga bahan bakar minyak dan sulitnya mendapatkan BBM sebagai salah satu dampak yang dirasakan masyarakat.

Menurut dia, kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi roda perekonomian.

Ciamis sebagai Rumah Perdamaian

Herdiat mengatakan Ciamis dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan nilai perdamaian yang berasal dari sejarah Galuh.

Ia ingin Ciamis menjadi “rumah nilai perdamaian” sekaligus tempat belajar sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis.

Karena itu, ia mendorong agar pesan perdamaian dari Galuh tidak hanya disampaikan dalam kegiatan seremonial.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, kata dia, perlu terus menanamkan nilai tersebut kepada masyarakat, termasuk generasi muda.

Dalam kegiatan Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia itu, anak-anak dari jenjang TK, SD hingga SMP turut hadir.

Keterlibatan mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai perdamaian sejak usia dini.

“Perdamaian itu tidak instan, tidak mudah. Harus tercipta sejak usia dini masyarakat kita, khususnya Kabupaten Ciamis, betul-betul masyarakat yang cinta damai,” ujar Herdiat.

Rangkaian kegiatan Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia diawali dengan kirab bendera Merah Putih dan pembacaan sejarah oleh Abah Anton, atau Irjen Pol Purnawirawan Dr. H. Anton Charliyan. Anton merupakan tokoh budayawan Sunda dan mantan Kapolda Jawa Barat yang menggagas berdirinya Gong Perdamaian Dunia di Kabupaten Ciamis.

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pemukulan Gong Perdamaian oleh Bupati Ciamis bersama sejumlah pejabat yang hadir.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *