banner 720x220
News  

Bukan Sekadar Membina, Lapas Ciamis Melahirkan Sosok Galih: Dari Balik Jeruji Menuju Pengusaha

Oplus_16908288

Pesan tersebut dikaitkan dengan kandungan Surat Al-Mu’minun Ayat 1–11.

Setelah bebas, Galih membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama menjalani pembinaan tidak berhenti di dalam Lapas.

Ia mulai membangun kembali usahanya.

Kini, empat cabang konter HP telah berdiri. Peternakan domba juga dikembangkan. Selain itu, Galih menjalankan usaha pemasokan sayuran untuk hotel dan restoran di Pangandaran.

 

Namun, pencapaian terbesar Galih bukan hanya soal jumlah usaha yang dimilikinya.

Ia memilih membuka kesempatan bagi orang lain yang pernah berada dalam situasi serupa.

Sebanyak tujuh mantan warga binaan Lapas Ciamis kini bekerja bersamanya.

Galih mengajak mereka untuk tidak terjebak pada masa lalu. Mereka didorong untuk bangkit, bekerja, menabung dan membangun kehidupan baru secara bersama-sama.

Di titik inilah kisah Galih menemukan makna yang lebih besar.

Ia bukan hanya mantan warga binaan yang berhasil menjadi pengusaha. Galih kini menjadi sosok yang ikut membuka jalan bagi mantan warga binaan lainnya untuk kembali diterima dan produktif di tengah masyarakat.

Dengan mata berkaca-kaca, Galih menyampaikan rasa terima kasih kepada Kalapas Ciamis Supriyanto.

“Terima kasih Pak Kalapas Ciamis, Pak Supriyanto. Berkat Bapak, saya bisa berubah seperti sekarang,” ucap Galih penuh haru.

Kisah Galih menjadi gambaran bahwa pemasyarakatan tidak berhenti pada pelaksanaan masa pidana. Ada proses panjang untuk membangun kembali mental, spiritualitas, keterampilan dan kepercayaan diri warga binaan agar mampu menjalani kehidupan setelah bebas.

Melalui pembinaan keagamaan dan program NGOBRAS, Lapas Ciamis berupaya memberikan bekal yang tidak hanya bersifat keterampilan, tetapi juga menyentuh mental dan karakter.

Galih adalah salah satu sosok yang membuktikan bahwa proses tersebut dapat menghasilkan perubahan nyata.

Dari balik jeruji, ia menemukan kembali arah hidupnya. Dari keterpurukan, ia belajar bangkit. Dari seorang warga binaan, ia kini menjadi pengusaha sekaligus membuka kesempatan kerja bagi tujuh mantan warga binaan lainnya.

Kisah Galih menyampaikan satu pesan sederhana: masa lalu tidak harus menjadi akhir perjalanan. Selama ada kemauan untuk berubah dan kesempatan untuk memulai kembali, kehidupan baru tetap bisa dibangun.***

Reporter: Hasna Ismie Lutfiyah

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *