Karena itu, penelitian geodiversitas tidak berhenti pada kepentingan akademis, tetapi dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam menyusun strategi mitigasi bencana.
Selain membaca sejarah tektonik, koleksi batuan juga dapat memberikan informasi mengenai potensi sumber daya geologi.
Kristiawan mengatakan sejumlah batuan mengandung mineral dan bahan galian yang berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
“Di dalam batuan-batuan tersebut terdapat mineral, bahan galian yang dapat dikembangkan sebagai industri, konstruksi, ataupun benda-benda berteknologi tinggi,” ujarnya.
Karangsambung dan Awal Pembentukan Jawa
Karangsambung memiliki posisi penting dalam kajian geologi Indonesia karena kawasan tersebut merekam proses pembentukan Pulau Jawa yang berkaitan dengan aktivitas subduksi.
Sejumlah spesimen menjadi bukti penting dalam penelitian tersebut.
Di antaranya fosil Radiolaria yang ditemukan pada batu rijang laut dalam, Sekis Mika yang diperkirakan berumur 117 hingga 125 juta tahun, serta batuan beku seperti diabas dan lava bantal atau pillow lava.
Kekayaan geologi itu membuat Karangsambung sejak lama menjadi lokasi penting bagi pendidikan dan penelitian ilmu kebumian.
Kawasan tersebut telah digunakan sebagai kampus lapangan ilmu kebumian sejak 1964.
Status konservasinya kemudian berkembang. Pada 2018, kawasan Karangsambung-Karangbolong ditetapkan sebagai Geopark Nasional.
Kawasan tersebut selanjutnya menjalani proses penilaian UNESCO hingga akhirnya ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.
BRIN kini berupaya memastikan koleksi geodiversitas Karangsambung tidak hanya berguna bagi peneliti.
Koleksi tersebut juga diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Kristiawan mengatakan data dan koleksi geologi itu dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat untuk memahami sejarah bumi secara lebih konkret.
“Saya berharap, koleksi geologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk penelitian serta media pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Kristiawan.














