Lagu “Untuk Indonesia” ini menjadi potret nyata bagaimana pembinaan di Lapas Ciamis berhasil menyentuh sisi humanis para warga binaan.
Alunan liriknya yang nyaman didengar sekaligus menyisipkan harapan besar agar masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata mereka yang sedang menebus kesalahan.
Digarap Cepat, Sabet Penghargaan Mentereng
Hebatnya, lagu penuh makna ini lahir dari proses kreatif yang sangat singkat. Hanya dalam waktu dua minggu, seorang warga binaan yang berbakat menciptakan lagu berhasil merampungkan total 10 lagu di album tersebut, dibantu oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) yang juga hobi bermusik.
Kecepatan dan kedalaman makna lagu-lagu inilah yang membuat Original Rekor Indonesia (ORI) langsung memberikan penghargaan bergengsi dalam acara pra-launching tersebut.
Supriyanto berharap, melalui lagu “Untuk Indonesia” yang bikin haru ini, stigma seram tentang penjara bisa perlahan runtuh.
”Mari kita sama-sama membumikan bahwa penjara itu bukan tempat penyiksaan, tapi tempat pembinaan dan kreativitas. Jangan jadikan penjara sebagai momok. Semua orang juga punya salah. Tapi yakinlah, setelah keluar mereka akan berkarya dan menjadi lebih baik dari kemarin,” pungkasnya.














