Karena itu, ia meminta jajaran pimpinan BAZNAS yang baru dilantik untuk terus melakukan inovasi dan transformasi dalam tata kelola lembaga.
Menurutnya, digitalisasi layanan, penguatan sumber daya manusia.
Serta pengembangan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat harus menjadi prioritas.
“Masyarakat semakin kritis. Oleh karena itu pengelolaan zakat harus terus bertransformasi melalui penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM dan program-program yang benar-benar berdampak,” tegasnya.
Lebih jauh, Ijang menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga zakat tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun.
Menurutnya, aset paling berharga yang dimiliki BAZNAS adalah kepercayaan masyarakat yang harus dijaga melalui integritas, profesionalisme dan amanah.
“Modal terbesar BAZNAS bukanlah semata-mata besarnya dana yang dihimpun, melainkan kepercayaan umat yang harus terus dijaga,” katanya.
Kepengurusan Baru Diminta Pertahankan Prestasi
Dalam kesempatan tersebut, Ijang juga mengucapkan selamat kepada seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis periode 2026-2031 yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan baru mampu mempertahankan bahkan meningkatkan berbagai capaian yang telah diraih selama ini.
Menurutnya, status sebagai daerah rujukan nasional harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS.
Untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas manfaat program-program zakat bagi masyarakat.
“Selamat kepada para pimpinan yang baru dilantik. Mari bersama-sama mewujudkan BAZNAS yang semakin maju, semakin dipercaya dan semakin menebarkan kebermanfaatan bagi umat,” pungkasnya.
Dengan capaian yang telah diraih hingga saat ini, BAZNAS Ciamis diharapkan terus menjadi contoh pengelolaan zakat yang profesional.
Transparan dan berdampak, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di tingkat nasional.














