Jika skema ini berjalan, ia optimistis Polres Ciamis mampu mengumpulkan 30 hingga 40 ekor sapi pada Iduladha mendatang.
”Ini bukan paksaan, melainkan semacam arisan untuk bersedekah. Mekanismenya nanti diatur, nama-nama anggota di-list dan diundi secara bergiliran. Dengan iuran Rp50 ribu atau Rp100 ribu per bulan, saya rasa tidak akan memberatkan anggota,” tuturnya merinci konsep tersebut.
Belajar dari Pengalaman di Maluku Utara
Strategi jemput bola ini bukan hal baru bagi Hidayatullah. Ia menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Kapolres Halmahera Timur, Maluku Utara.
Di sana, ia sukses mengumpulkan hingga 23 ekor sapi berkat kelihaiannya membangun komunikasi dan mengetuk kepedulian perusahaan-perusahaan lokal.
Saking melimpahnya hewan kurban kala itu, distribusi daging tidak hanya menyasar seluruh masjid, melainkan juga menyentuh komunitas nonmuslim.
”Di Halmahera Timur, umat Nasrani dan para pendeta ikut merayakan suka cita Iduladha karena kami beri giliran menerima daging sapi. Nah, karena di Ciamis ini minim perusahaan besar, maka kuncinya adalah swadaya dan kesadaran kita untuk saling berbagi,” kata Hidayatullah mengenang masa dinasnya.
Pesan Pamit di Ujung Jabatan
Hidayatullah menyadari bahwa Iduladha tahun ini kemungkinan besar menjadi momen terakhirnya bertugas di Ciamis karena adanya dinamika mutasi jabatan.
Oleh karena itu, ia menitipkan pesan ini agar bisa dieksekusi oleh Kapolres berikutnya demi kemaslahatan warga Ciamis.
Menutup sambutannya, perwira menengah polri ini menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang merayakan.
”Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Ciamis, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya.














