banner 720x220

Longsor Putuskan Jalan Gardu-Ciilat, Pemkab Ciamis Siapkan Jembatan sebagai Solusi Permanen

CIAMIS,Koondusif.com — Bencana tanah longsor memutus akses Ruas Jalan Gardu-Ciilat di Dusun Cinutug Blok Depok, RT 04 RW 06, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Pemerintah Kabupaten Ciamis bergerak cepat melakukan penanganan darurat sekaligus menyiapkan kajian teknis untuk menentukan solusi permanen terhadap infrastruktur yang terdampak.

Longsor terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Material longsoran menyebabkan badan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 60 meter terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Ciamis. Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya bersama unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. dan Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf. Antonius Ari Widiyono, meninjau langsung lokasi bencana.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut unsur Forkopimcam Cipaku, termasuk Camat Cipaku dan jajaran terkait.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Taufik Gumilar, menyampaikan keterangan tersebut usai melakukan peninjauan bersama unsur Forkopimda di lokasi longsor.

Menurut Taufik, berdasarkan pemeriksaan awal, longsor diduga berkaitan dengan kebocoran Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Nanggela yang berada di atas tebing. Kebocoran tersebut diduga membuat kondisi tanah menjadi jenuh air sehingga memicu keruntuhan tebing dan membawa material badan jalan di bawahnya.

Meski demikian, pemerintah daerah belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab pasti bencana tersebut.

“Penyebab pasti terjadinya longsor masih memerlukan penelitian dan penyelidikan teknis lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak akan mengambil kesimpulan sebelum hasil kajian teknis diperoleh,” kata Taufik.

Tidak Ada Korban Jiwa, Dua Infrastruktur Terdampak

Hingga penanganan awal dilakukan, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Namun, kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama pemerintah.

Selain memutus akses jalan, longsor juga berdampak terhadap tanggul Saluran Irigasi DI Nanggela. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu suplai air ke lahan pertanian apabila tidak segera ditangani.

“Untuk tahap awal, yang paling penting adalah memastikan lokasi aman dan menghentikan sumber air yang diduga berkontribusi terhadap pergerakan tanah,” ujar Taufik.

DPUTRP kemudian melakukan langkah darurat dengan menahan sementara kebocoran saluran irigasi menggunakan terpal. Aliran air juga dialihkan melalui pipa untuk mengurangi tekanan air dan menekan potensi terjadinya longsor susulan.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis melakukan pengaturan lalu lintas dengan menutup total Ruas Jalan Gardu-Ciilat untuk sementara waktu.

Penutupan dilakukan demi mencegah pengguna jalan memasuki kawasan yang masih berisiko.

Akses Warga Dialihkan

Selama ruas jalan ditutup, masyarakat dari arah Ciilat dapat menggunakan jalur alternatif melalui Ruas Jalan Rajadesa-Cikaso dan Ruas Jalan Cibadak-Cipondok.

Sementara dari arah Gardu, pengguna jalan dapat memanfaatkan jalan desa menuju Ruas Jalan Cibadak-Cipondok.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *