Kondusif.com,- PSGC Ciamis berhasil mencuri tiga poin saat menghadapi Persiku Kudus dalam lanjutan pekan keempat Pegadaian Championship 2026/2027 atau Liga 2 Indonesia. Laskar Singacala menang dengan skor 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (3/10/2026).
PSGC datang dengan tekad bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Semen Padang.
Sementara itu, Persiku Kudus juga mengincar poin untuk memperbaiki catatan pertahanannya setelah kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan sebelumnya.
Sejak awal pertandingan, Persiku langsung mengambil inisiatif serangan. Tuan rumah mencoba menekan PSGC melalui permainan cepat dan pergerakan tanpa bola.
Bahkan, ketika pertandingan baru berjalan satu menit, Persiku sudah mendapatkan peluang melalui serangan cepat.
Victor Brata melepaskan tendangan, tetapi bola masih melebar dari sasaran.
PSGC kemudian merespons. Pada menit ke-4, Laskar Singacala menciptakan peluang lewat tendangan jarak jauh.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Memasuki menit ke-10, Persiku kembali mengancam.
Mufid mencoba melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih mampu diamankan kiper PSGC.
Persiku kemudian terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola.
Mereka aktif menggerakkan pemain tanpa bola sehingga membuat PSGC sempat kesulitan keluar dari tekanan.
Namun, PSGC perlahan mampu mengembangkan permainan.
Memasuki menit ke-16, Laskar Singacala mulai keluar dari tekanan melalui kombinasi umpan satu-dua.
Darel Valentino menjadi salah satu pemain yang mencoba memanfaatkan momentum tersebut.
Ia melepaskan tendangan keras, tetapi masih bisa diamankan penjaga gawang Persiku.
PSGC Unggul Lebih Dulu
Tekanan PSGC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25.
Ghani Fathir membuka keunggulan PSGC setelah memanfaatkan skema serangan yang dibangun dari lini tengah.
Ghani dengan cerdik berhasil melepaskan diri dari perangkap offside.
Setelah menerima umpan, ia langsung melepaskan tendangan keras yang tidak mampu dibendung kiper Persiku.
Gol tersebut juga tidak lepas dari pergerakan Ezechiel N’Douassel.
Pergerakan tanpa bola pemain depan PSGC itu membuat perhatian bek Persiku terpecah dan membuka ruang bagi Ghani.
Setelah unggul, PSGC justru semakin nyaman memainkan bola. Kombinasi umpan satu-dua berjalan cair.
Selain itu, transisi dari menyerang ke bertahan juga berlangsung cukup cepat.
Persiku kemudian mencoba mengubah strategi.
Pada menit ke-39, mereka melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor.
Tak lama berselang, Kevin, pemain belakang PSGC, menerima kartu kuning pada menit ke-40 setelah melakukan pelanggaran.
Di sisi lain, Kaka Reda menjadi salah satu motor serangan PSGC yang cukup merepotkan pertahanan Persiku.
Bermain di sisi kanan, kecepatan dan kelincahannya beberapa kali membuat bek kiri Persiku, Restu Akbar, harus bekerja keras.
Pada menit ke-41, Kaka Reda kembali menusuk pertahanan Persiku.
Ia berhasil melewati penjagaan sebelum melepaskan tendangan, tetapi bola masih bisa diblok pemain belakang Persiku.
Persiku kemudian membalas pada menit ke-43.
Serangan dari sisi kiri menghasilkan umpan cut back ke arah Mufid Zainun.
Namun, penyelesaian Mufid masih terlalu lemah dan langsung mengarah ke kiper.
PSGC kembali mengancam semenit berselang. Kaka Reda menusuk dari sisi kanan dengan kecepatan dan gocekannya.
Ia berhasil melewati beberapa pemain bertahan Persiku sebelum melepaskan tembakan.
Sayangnya, finishing Kaka masih membentur tiang gawang. Bola pantulan kemudian coba dimanfaatkan Ezechiel N’Douassel, tetapi peluang tersebut belum berubah menjadi gol.














