banner 720x220
News  

Dari Balik Lapas, Warga Binaan Ciamis Ditempa Jadi Pribadi Mandiri

CIAMIS,Kondusif.com,- Menjalani masa pidana bukan berarti berhenti belajar. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis, warga binaan justru diarahkan untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Di tengah keterbatasan anggaran, Lapas Ciamis tetap menjalankan pembinaan melalui berbagai program.

Warga binaan tidak hanya mendapat pelatihan keterampilan kerja, tetapi juga kesempatan belajar, membaca, bertani, mengembangkan kreativitas, hingga menekuni seni tradisional Sunda.

Terbaru, Lapas Ciamis mengembangkan pembinaan musik degung.

Program ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan minat sekaligus mengasah kemampuan seni selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, A.Md.I.P., S.H., M.M., mengatakan keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan proses pembinaan.

Menurut dia, Lapas Ciamis akan memaksimalkan sumber daya dan personel yang tersedia agar warga binaan tetap memperoleh kegiatan yang bermanfaat.

«“Semampu kami, dengan personel dan kemampuan yang ada, kami akan terus memberikan yang terbaik untuk warga binaan. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pembinaan, mereka dapat kembali kepada masyarakat dan berkontribusi dalam hal-hal yang positif,” kata Supriyanto, Kamis (13/8/2026).

Keterampilan untuk Bekal Setelah Bebas

Pembinaan kemandirian menjadi salah satu perhatian Lapas Ciamis.

Melalui sejumlah pelatihan, warga binaan diarahkan menguasai keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Salah satunya melalui pembuatan kursi taman.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelatihan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun eksternal lapas.

Selain keterampilan kerja, Lapas Ciamis memanfaatkan lahan yang tersedia untuk mengembangkan pertanian produktif.

Program itu dijalankan melalui kolaborasi dengan pihak eksternal dan sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan.

Warga binaan juga mendapat pelatihan membuat ember komposter. Melalui kegiatan tersebut, sampah organik diolah menjadi kompos.

Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti pada keterampilan teknis, tetapi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Sejumlah kegiatan produktif lain juga dikembangkan, mulai dari pengolahan makanan hingga perikanan.

Lapas Ciamis menjalankan program-program tersebut dengan menggandeng berbagai pihak.

Pendidikan dan Literasi Tak Terputus

Pembinaan tidak hanya diarahkan pada keterampilan yang menghasilkan produk. Pendidikan dan literasi pun tetap mendapat ruang.

Lapas Ciamis memiliki program Galendo yang menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi warga binaan.

Pada saat yang sama, Lapas Ciamis bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membuka kesempatan pendidikan kesetaraan. Warga binaan dapat mengikuti program Paket A, Paket B, hingga Paket C.

Kesempatan tersebut penting karena masa pembinaan tidak semestinya menjadi penghalang seseorang untuk melanjutkan pendidikan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *