CIAMIS,Kondusif.com,- Mencuatnya kasus dugaan narkotika yang menyeret dua oknum mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) mendapat perhatian dari kalangan alumni. Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Galuh periode 2018, Jamal, menilai peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama bagi organisasi kemahasiswaan dan pihak kampus.
Saat dikonfirmasi Kamis (25/6/2026), Jamal mengaku sangat menyayangkan adanya dugaan keterlibatan oknum mahasiswa dalam kasus narkotika.
Menurutnya, mahasiswa perlu menyikapi persoalan tersebut secara bijak tanpa memberikan stigma kepada seluruh civitas akademika.
“Terhadap oknum yang diduga terlibat, mahasiswa jangan sampai menghakimi secara berlebihan, tetapi juga tidak menutup-nutupi fakta yang ada. Yang terpenting adalah menjaga lingkungan kampus tetap kondusif serta memperkuat kesadaran akan bahaya narkoba,” ujarnya.
Jamal menilai organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus.
Karena itu, kasus yang muncul saat ini harus dijadikan momentum evaluasi bersama.
Menurutnya, organisasi mahasiswa dapat memasukkan program kampanye anti narkoba ke dalam agenda rutin masing-masing organisasi.
Dengan demikian, edukasi kepada mahasiswa tidak hanya dilakukan secara insidental, melainkan menjadi gerakan yang berkelanjutan.
“Ormawa memiliki peran penting dalam kehidupan kampus. Mereka bisa terlibat langsung dalam upaya pencegahan, misalnya dengan memasukkan program kampanye anti narkoba yang dilaksanakan secara rutin di seluruh organisasi kemahasiswaan,” katanya.
Ormawa Dinilai Bisa Jadi Garda Terdepan
Jamal mengungkapkan, saat dirinya memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh, organisasi mahasiswa berperan aktif dalam membangun karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan pengembangan diri.
Saat itu, kata dia, berbagai program seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), pendidikan bela negara, hingga rapat koordinasi antarlembaga mahasiswa rutin dilakukan untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang dilingkungan kampus.
Menurutnya, organisasi mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam kampanye anti narkoba karena memiliki kedekatan langsung dengan mahasiswa.
“Organisasi mahasiswa bisa terlibat melalui seminar, kampanye digital, hingga pembentukan satuan tugas yang berkolaborasi langsung dengan pihak rektorat,” jelasnya.














