Ciamis,Kondusif.com,- Polemik panas terkait dugaan insiden pengusiran di panggung festival Harmoni Tanpa Batas Ciamis akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memanas, para pihak yang terlibat akhirnya duduk bersama dan sepakat untuk menyudahi kesalahpahaman tersebut lewat jalur kekeluargaan.
Mediasi tersebut berlangsung adem di Lapas Kelas IIB Ciamis pada Rabu (17/6/2026).
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Ciamis selaku penyelenggara, perwakilan Yayasan Bakti Anak Negeri, KZ Musik Bandung, serta Kalapas Ciamis Supriyanto.
Jalannya pertemuan ini juga turut dikawal oleh para ketua dari empat organisasi pers besar, yakni PWI, IJTI, IPJI, dan IWO.
BP2D Akui Ada Miskomunikasi di Internalnya

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BP2D Kabupaten Ciamis, Drs. H. Endang Haris Juandana, MM, secara ksatria menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
Endang meluruskan bahwa insiden tidak menyenangkan di atas panggung tersebut murni terjadi akibat adanya miskomunikasi di jajaran internal pihak BP2D sendiri, bukan salah paham antara BP2D dengan pihak yayasan.
Endang mengakui dinamika di lapangan sangat dinamis dan tidak ada gelaran acara yang sempurna tanpa celah.
Oleh karena itu, ia memastikan kejadian ini menjadi bahan evaluasi total di tubuh internal BP2D agar tidak terulang kembali di event-event mendatang.
”Kami menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi yang ada di lapangan. Peristiwa ini murni karena miskomunikasi di internal kami (BP2D) dan tentu menjadi bahan evaluasi internal agar tidak terjadi kembali di masa yang akan datang,” ujar Endang Haris Juandana.
Yayasan dan KZ Musik Maklumi, Jadikan Pelajaran Bersama
Merespons kebesaran hati dan penjelasan dari Kepala BP2D Ciamis, pihak Yayasan Bakti Anak Negeri dan KZ Musik Bandung langsung menyambutnya dengan hangat.














