Sementara itu, petugas menyalurkan 2.086 paket sisa langsung melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan se-Kabupaten Ciamis sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram.
Jika dirinci, program ini menyasar 2.066 anak yatim dan 20 penyandang disabilitas.
Apresiasi Pemkab
Pemkab Ciamis pun memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan ini.
Mewakili Bupati Ciamis, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Ciamis, Anwar Solahudin, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ikhtiar bersama untuk membangkitkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Anwar menilai, esensi utama dari Lebaran Yatim adalah memastikan kebahagiaan momentum keagamaan bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
”Momentum ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak boleh hanya dirasakan sebagian orang. Anak-anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas juga berhak merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan,” tegas Anwar.
Oleh karena itu, Pemkab Ciamis terus memacu sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat budaya berbagi.
Anwar juga berharap program santunan ini bisa bertransformasi menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan instan.
”Kami ingin anak-anak yatim dan penyandang disabilitas tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkembang, memiliki keterampilan, dan mencapai kemandirian di masa depan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Asep Lukman Hakim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah momentum ini menjadi gerakan sosial yang konsisten sepanjang tahun.
Menurutnya, ajaran Islam untuk memuliakan anak yatim harus mewujud dalam tindakan nyata sehari-hari.
”Kami berharap bantuan ini bukan hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menumbuhkan semangat, rasa percaya diri, dan harapan bagi anak-anak untuk terus belajar serta meraih cita-cita mereka,” pungkas Asep.
Melalui kolaborasi masif ini, Lebaran Yatim 2026 di Ciamis sukses menjadi ruang berbagi yang nyata.
Acara ini berhasil mempertebal solidaritas sosial sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan di tatar Galuh Ciamis.














