Pasalnya, pemerintah daerah masih mengantongi sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar, terutama dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan mendongkrak kesejahteraan di lapisan masyarakat terbawah.
”Oleh karena itu, orientasi pembangunan harus tetap berakar pada kesejahteraan rakyat. Lagipula, hal ini sejalan dengan amanat suci para leluhur Galuh yang selalu menempatkan kemakmuran masyarakat sebagai tujuan paling utama,” tambahnya secara tegas.
Strategi Keroyokan Pemkab Ciamis
Merespons sanjungan dari Pemprov Jabar, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan bahwa keberhasilan menekan angka pengangguran ini merupakan buah dari kerja keroyokan.
Tagline Guyub Ngawangun Galuh sengaja dicanangkan sebagai pemantik energi bagi seluruh warga untuk aktif berkontribusi.
”Alhamdulillah, angka pengangguran terbuka di wilayah kita terus menurun secara signifikan. Kenyataan ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan kolaboratif lintas sektor yang kita terapkan mulai membuahkan hasil yang manis,” ungkap Herdiat dengan nada optimis.
Kendati berhasil menjaga stabilitas ketenagakerjaan, Herdiat secara blak-blakan mengakui bahwa tantangan ke depan masih membentang luas.
Maka dari itu, Pemkab Ciamis berkomitmen untuk terus menggenjot sektor-sektor krusial lainnya demi mengimbangi pertumbuhan ekonomi tersebut.
Sebagai langkah konkret berikutnya, Herdiat memastikan pihaknya akan memperkuat konektivitas infrastruktur, mendongkrak mutu pendidikan, serta memantapkan fasilitas pelayanan kesehatan.
Di samping itu, penguatan otot ekonomi mikro juga terus berjalan demi mengentaskan kemiskinan secara sistemik.
”Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong yang kokoh, insyaallah Ciamis akan terus melompat maju, berkembang dengan tangguh, serta mampu melibas berbagai tantangan zaman di masa depan,” pungkas Herdiat menutup pembicaraan.














