Syarief menegaskan bahwa timnya telah mengantongi lebih dari dua alat bukti yang sah untuk membuktikan keterlibatan para tersangka dalam memanipulasi program tersebut.
Tangan Diborgol, Berbaju Pink ke Rutan
Suasana di area Gedung Bundar langsung berubah tegang sekitar pukul 17.10 WIB.
Petugas kejaksaan menggiring ketiga mantan pejabat teras tersebut keluar dari ruang pemeriksaan secara bergantian.
Penampilan mereka berubah drastis setelah resmi memakai rompi tahanan berkelir pink khas Kejagung.
Dengan kondisi tangan terikat borgol besi, mereka hanya tertunduk saat petugas menjebloskannya ke dalam mobil tahanan menuju rutan.
Sebelum penahanan ini dilakukan, korps adhyaksa ternyata sudah mengobrak-abrik kantor BGN dalam sebuah operasi penggeledahan massal demi mengamankan dokumen-dokumen krusial.
Didepak Istana Sebelum Masuk Penjara
Kejatuhan Dadan cs sebenarnya sudah terprediksi sejak malam sebelumnya.
Presiden Prabowo Subianto telah mengambil tindakan super tegas dengan mendepak ketiganya dari jajaran manajemen BGN pada Selasa (2/6) malam.
Mensesneg Prasetyo Hadi membeberkan bahwa pencopotan kilat itu terjadi karena performa BGN dinilai merah total.
Terlebih lagi, Presiden Prabowo terus memantau ketat kinerja lembaga ini selama 1,5 tahun terakhir mengingat besarnya tanggung jawab sosial yang mereka pikul.
Alih-alih berjalan mulus, manajemen lama justru melakukan pelanggaran disiplin berat dalam mengeksekusi program strategis tersebut.
Guna menyelamatkan program nasional ini, Presiden langsung menunjuk Nanik S Deyang sebagai suksesor Dadan.
Untuk memperkuat barisan baru, Istana juga melantik Agustina Arumsari bersama Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Kendati merombak total struktur kepemimpinan, pihak Istana mengklaim tetap menghargai langkah awal yang pernah dirintis oleh manajemen lama.














