Karena itu, ia meminta kepengurusan baru menjadikan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme sebagai prioritas utama.
Bahkan, Herdiat secara terbuka memasang target tinggi bagi BAZNAS Ciamis di masa mendatang.
“Sekarang kepengurusan baru. Kalau ada BAZNAS terbaik di dunia-nya, harus Ciamis. Dari tata kelola, laporan, transparansi dan lainnya harus bisa menjadi yang terbaik,” katanya disambut tepuk tangan peserta yang hadir.
Menurutnya, target tersebut bukan sesuatu yang berlebihan mengingat berbagai prestasi yang telah dicapai BAZNAS Ciamis selama ini.
Apalagi, BAZNAS Jawa Barat sebelumnya juga menyebut BAZNAS Ciamis sebagai salah satu rujukan pengelolaan zakat bagi banyak daerah di Indonesia.
Prestasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Meski bangga dengan berbagai penghargaan yang diraih, Herdiat menegaskan bahwa ukuran keberhasilan BAZNAS tidak hanya dilihat dari banyaknya trofi atau penghargaan yang diterima.
Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah sejauh mana keberadaan BAZNAS mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus baru untuk terus fokus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Menurutnya, prestasi dan penghargaan akan mengikuti apabila lembaga mampu bekerja dengan baik dan memberikan manfaat yang luas.
“Yang paling penting adalah bagaimana BAZNAS terus hadir membantu masyarakat. Kalau itu dilakukan dengan baik, insyaallah prestasi akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Herdiat optimistis dengan dukungan pemerintah daerah, para UPZ, tokoh agama, dan masyaraka.
BAZNAS Ciamis mampu mempertahankan reputasinya sebagai salah satu lembaga pengelola zakat terbaik di Indonesia.
“Selamat bertugas kepada para pengurus yang baru. Mari kita jaga kepercayaan masyarakat dan bersama-sama membawa BAZNAS Ciamis menjadi lebih maju lagi,” pungkasnya.














