Fasilitas itu disiapkan untuk menunjang kegiatan akademik sekaligus aktivitas nonakademik civitas akademika.
Gedung tersebut dapat digunakan untuk pembelajaran, forum ilmiah, seminar, kegiatan mahasiswa, seni dan budaya.
Kampus juga menyiapkannya sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa dan dosen.
Ririn mengatakan penguatan kelembagaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekosistem akademik. Keduanya perlu berjalan secara bersamaan.
“Penguatan kelembagaan dan pembangunan fasilitas harus berjalan bersama. Kepemimpinan yang kuat membutuhkan dukungan ekosistem akademik yang baik,” kata Ririn.
Karena itu, ia berharap Gedung Teater Fakultas Ilmu Kesehatan tidak sekadar menjadi bangunan baru.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang produktif bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika.
Ruang itu, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, berkarya, sekaligus mengembangkan kreativitas.
Bagi BPMBIK Universitas Galuh, dua agenda tersebut memperlihatkan arah penguatan kampus dari dua sisi.
Di satu sisi, universitas membenahi tata kelola melalui konsolidasi kepemimpinan.
Di sisi lain, kampus membangun fasilitas untuk menopang aktivitas akademik.
Ririn mengatakan BPMBIK juga akan memperkuat komunikasi publik mengenai perkembangan Universitas Galuh.
Informasi kepada masyarakat, menurut dia, perlu disampaikan secara akurat, terbuka, dan bertanggung jawab.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya Universitas Galuh mewujudkan visi sebagai Universitas Konservasi dan Budaya yang Unggul dan Berdaya Saing Global.
Pada saat yang sama, universitas ingin memperkuat kontribusinya terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.
Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi yang lebih tajam ala Tempo dengan lead yang lebih “menggigit”, plus 5 referensi judul, meta descriptio














