Menurutnya, banyak pemain muda potensial membutuhkan kompetisi reguler untuk meningkatkan kualitas permainan dan mental bertanding.
Kehadiran PSGC di Liga 2 dinilai menjadi tempat yang ideal untuk proses tersebut.
“Tim satelit menjadi jembatan bagi pemain muda kami agar berkembang. Mereka bisa mendapatkan jam terbang lebih banyak sebelum kembali bersaing di tim utama Persib,” jelasnya.
Tak hanya soal pemain, kerja sama itu juga mencakup transfer pengetahuan dalam pengelolaan klub profesional.
Pembinaan usia muda melalui akademi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PSGC.
Adhitia menegaskan, kolaborasi tersebut bukan sekadar kerja sama antarklub.
Melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat di Jawa Barat.
“Kami ingin tumbuh bersama. Persib berkembang, PSGC juga berkembang. Harapannya, kolaborasi ini melahirkan pemain-pemain berkualitas sekaligus memperkuat sepak bola Jawa Barat,” pungkasnya.














