CIAMIS,Kondusif.com,- Komoditas aren di Kabupaten Ciamis mulai diarahkan ke produk pangan yang lebih modern. Salah satunya melalui inovasi snack bar berbahan tepung aren dan gula aren.
Inovasi tersebut diperkenalkan kepada kelompok perajin gula aren di Desa Cikupa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan itu berlangsung melalui program Pengabdian Dosen Pulang Kampung 2026 yang digelar tim pengabdian masyarakat Sekolah Vokasi IPB University dengan dukungan BPS Kabupaten Ciamis wilayah kerja Banjaranyar.
Selama ini, masyarakat masih banyak mengandalkan pohon aren untuk memproduksi gula aren.
Karena itu, tim pengabdian mendorong para perajin mengembangkan produk turunan agar komoditas lokal tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Jadi Nilai Tambah Komoditas Lokal
Ketua tim kegiatan, Dr. Ir. Wien Kuntari, M.Si., mengatakan pengembangan produk turunan aren menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
“Pengembangan produk turunan aren menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal,” ujar Wien.
Menurut Wien, tepung aren memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai pangan inovatif.
Karena itu, pendampingan diperlukan agar masyarakat tidak berhenti pada penjualan bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk siap jual dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 20 anggota kelompok perajin gula aren dilibatkan sebagai mitra.
Mereka tidak hanya mendapat pengenalan mengenai pengolahan tepung dan gula aren, tetapi juga belajar membuat snack bar yang praktis dan sesuai dengan perkembangan pola konsumsi masyarakat.
Sementara itu, Ani Nuraeni, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemanfaatan tepung dan gula aren yang banyak tersedia di Desa Cikupa menjadi bagian dari upaya memperkuat komoditas lokal.
“Snack bar yang diusung juga merupakan snack bar sehat tanpa gluten,” kata Ani.
Tak berhenti pada inovasi produk, tim juga memberikan perhatian terhadap kualitas dan keamanan pangan. Dr. Dwi Yuni Hastati memberikan pendampingan mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Pendampingan tersebut penting karena peningkatan nilai jual harus diikuti dengan peningkatan mutu.














