banner 720x220
News, UMKM  

Aren Ciamis Mulai Disulap Jadi Snack Bar, Perajin Didorong Naik Kelas

Kelompok perajin gula aren di Desa Cikupa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis inovasi gula aren dan tepung aren menjadi snack bar. (Dok, foto. Istimewa)
Kelompok perajin gula aren di Desa Cikupa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis inovasi gula aren dan tepung aren menjadi snack bar. (Dok, foto. Istimewa)

Dengan proses produksi yang lebih baik, produk berbahan gula aren lokal diharapkan semakin dipercaya konsumen dan mampu bersaing di pasar.

Perajin Dibekali Pengetahuan

Selain itu, Dr. Veralianta br Sebayang, SP., M.Si., membekali para perajin dengan pengetahuan mengenai penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas usaha.

Ia juga mendorong masyarakat meningkatkan nilai tambah gula aren sehingga produk yang dihasilkan memiliki harga jual lebih tinggi.

Aspek legalitas usaha juga menjadi perhatian. Faranita Ratih L., SH., M.H., memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas bagi pelaku usaha pangan.

Menurutnya, legalitas menjadi salah satu modal agar produk olahan masyarakat dapat menembus pasar yang lebih luas.

Apresiasi Desa Cikupa

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan Pemerintah Desa Cikupa.

Sekretaris Desa Cikupa, Didin Rohmanudin, yang mewakili kepala desa, berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian warga.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan perajin, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga keberlanjutan komoditas aren sebagai salah satu identitas unggulan Kabupaten Ciamis,” ujar Didin.

Melalui inovasi snack bar, aren kini tidak hanya dipandang sebagai bahan untuk menghasilkan gula tradisional.

Para perajin mulai didorong melihat aren sebagai bahan baku yang bisa dikembangkan menjadi pangan modern dengan nilai tambah.

Di sisi lain, program Pengabdian Dosen Pulang Kampung 2026 juga menghubungkan inovasi pangan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Perguruan tinggi memberikan pengetahuan, sementara perajin menjadi pelaku utama yang mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. Ke depan, pengembangan produk, peningkatan mutu, penguatan kelembagaan, hingga pemenuhan legalitas dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya usaha pangan berbasis aren di Ciamis.

Dengan begitu, komoditas aren tidak hanya bertahan sebagai produk tradisional.

Lebih jauh, aren Ciamis berpeluang berkembang menjadi produk unggulan yang membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Program ini sekaligus sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam pengurangan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi lokal, serta pengembangan industri berbasis inovasi.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *