Menurutnya, personel kepolisian yang bertugas memberikan penjelasan secara rinci, terutama jika ada berkas pendaftar yang dianggap masih kurang atau memerlukan perbaikan.
”Pelayanannya sangat baik dan orang-orangnya ramah. Segala hal yang mungkin kurang dari kami pendaftar dijelaskan secara rinci oleh petugas,” tambahnya.
Motivasi Zahran sendiri bukan datang secara tiba-tiba. Cita-cita mengenakan seragam polisi telah tertanam sejak ia masih kecil.
Meski hanya memiliki kerabat jauh yang bertugas di kepolisian, hal tersebut tidak menyurutkan nyalinya.
Baginya, lulus seleksi adalah cara paling konkret untuk membuktikan kemampuan diri sekaligus mengangkat harkat orang tua.
”Motivasi saya yang pertama ingin membanggakan orang tua. Saya ingin membuktikan kepada mereka bahwa saya bisa,” tegasnya mengakhiri pembicaraan.
Kini, setelah berkas diverifikasi, Zahran tinggal menunggu tahapan seleksi selanjutnya.
Di tengah ketatnya persaingan masuk Akpol, ia membawa keyakinan bahwa persiapan fisik dan mental yang telah dibangunnya sejak bangku sekolah akan membuahkan hasil manis di akhir perjalanan seleksi nanti.














