banner 720x220

R. Rafiq Hakim Radinal Resmi Jadi Wawakil Kerajaan Galuh

R. Rafiq Hakim Radinal resmi diistren sebagai Wawakil Kerajaan Galuh. (Dok, foto. Istimewa)
R. Rafiq Hakim Radinal resmi diistren sebagai Wawakil Kerajaan Galuh. (Dok, foto. Istimewa)

Herdiat menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan warisan tersebut.

Ia berharap anak-anak muda Ciamis tidak hanya mengenal Kerajaan Galuh sebagai bagian dari sejarah masa lalu.

Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadikan sejarah tersebut sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan dalam menghadapi masa depan.

“Generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Galuh, bukan hanya sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan dalam membangun masa depan,” jelasnya.

Rafiq Diharapkan Menjadi Penggerak Kebudayaan

Herdiat kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pangistrenan.

Ia mengapresiasi FSKN, para Dewan Keraton, Dewan Pakar dan Pengurus Pusat FSKN, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, serta para seniman dan budayawan Tatar Galuh.

Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu dipertahankan. Sebab, upaya menjaga kebudayaan tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Khusus kepada R. Rafiq Hakim Radinal, Herdiat menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang kini diembannya.

Ia berharap Rafiq dapat menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.

Herdiat juga berharap posisi Wawakil Kerajaan Galuh dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan nilai-nilai luhur masa lalu dengan semangat kemajuan masa kini.

“Semoga amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan, sehingga mampu menjadi penggerak dalam pelestarian budaya, sekaligus menjadi jembatan penghubung antara nilai-nilai luhur masa lalu dengan semangat kemajuan di masa kini dan masa yang akan datang,” ucapnya.

Dengan demikian, Pangistrenan Rafiq tidak hanya menandai hadirnya seorang Wawakil Kerajaan Galuh.

Prosesi tersebut juga membawa pesan tentang bagaimana warisan sejarah dapat terus dirawat tanpa kehilangan relevansinya di tengah perubahan zaman.

Semangat “Galuh Galeuhna Galih” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema upacara.

Semangat itu menjadi pengingat bahwa sejarah dan kebudayaan dapat menjadi pijakan.

Untuk menjaga jati diri masyarakat Tatar Galuh sekaligus membangun masa depan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *