Tasikmalaya,Kondusif.com,- Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 1 Manonjaya. Sekolah yang dikenal dengan sebutan Nesatma itu melepas salah seorang siswanya, M. Daffa Al Fawas dari Kwaran Manonjaya mewakili Kabupaten Tasikmalaya dalam Jambore Pramuka tingkat nasional.
Daffa berhasil melewati rangkaian seleksi sebelum akhirnya terpilih menjadi salah satu peserta yang akan membawa nama Kabupaten Tasikmalaya di tingkat nasional.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi catatan penting bagi SMPN 1 Manonjaya dalam pembinaan kepramukaan.
Pelepasan Daffa berlangsung bersamaan dengan pengukuhan sejumlah siswa SMPN 1 Manonjaya sebagai Penggalang Garuda.
Kegiatan tersebut digelar di lingkungan sekolah, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sejumlah tokoh dan pegiat Pramuka turut menghadiri kegiatan itu.
Di antaranya Camat Manonjaya, jajaran pembina Kwartir Ranting (Kwarran), para pelatih, serta pembina Pramuka dari sejumlah sekolah di Kecamatan Manonjaya.
Daffa Lolos Seleksi Panjang
Kepala SMPN 1 Manonjaya, H. Asep Nurulloh, mengatakan sekolah memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Daffa.
Menurut dia, siswa tersebut tidak langsung mendapatkan tiket menuju Jambore Nasional. Daffa harus melewati serangkaian tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lolos.
Asep menyebut Daffa menjadi satu-satunya siswa SMPN 1 Manonjaya yang berhasil melewati seleksi tersebut.
“Saya sangat bangga kepada Ananda Daffa yang masuk Jambore. Sebelumnya, dia sudah mengikuti seleksi yang panjang dan akhirnya terpilih menjadi satu-satunya murid SMPN 1 Manonjaya yang lolos,” kata Asep.
Karena itu, pihak sekolah berharap keberangkatan Daffa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah.
Lebih jauh, capaian tersebut diharapkan mampu memacu siswa lain untuk aktif mengembangkan kemampuan melalui kegiatan Pramuka.
Bagi sekolah, kepramukaan bukan sekadar kegiatan tambahan.
Pramuka menjadi ruang bagi siswa untuk belajar disiplin, bekerja sama, mandiri, sekaligus mengasah kepemimpinan.
Pembina Senior Tetap Turun Tangan
Semangat membina generasi muda juga ditunjukkan pembina senior Pramuka, Dadi King.
Di usianya yang telah mencapai 68 tahun, ia masih aktif mendampingi kegiatan kepramukaan di Kecamatan Manonjaya.














