banner 720x220
News  

Daffa Al Fawas Wakili Tasikmalaya di Jambore Nasional

Dadi mengatakan pengalaman yang dimilikinya selama bergelut di dunia Pramuka menjadi alasan untuk terus berbagi pengetahuan kepada generasi muda.

Ia menganggap kegiatan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab yang harus terus dijalankan.

“Di usia 68 tahun, karena sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab dalam Pramuka, saya terus membagikan ilmu kepada siswa-siswi, anak-anak yang tersayang,” ujar Dadi.

Menurut dia, keberhasilan seorang anggota Pramuka tidak hanya diukur dari pencapaian dalam perlombaan atau seleksi.

Lebih dari itu, nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti kegiatan Pramuka diharapkan dapat menjadi bekal siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Dadi juga mengapresiasi Daffa yang mampu melewati proses seleksi dan memperoleh kesempatan tampil dalam kegiatan Pramuka tingkat nasional.

“Saya bangga kepada Ananda Daffa yang masuk Jambore untuk mengikuti kegiatan Pramuka tingkat nasional,” katanya.

Penggalang Garuda Diminta Jaga Amanah

Selain melepas Daffa, SMPN 1 Manonjaya juga memberikan apresiasi kepada sejumlah siswa yang berhasil mencapai jenjang Penggalang Garuda.

Pengukuhan itu menjadi penanda atas proses pembinaan yang telah mereka jalani. Setelah dikukuhkan, para siswa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian seremonial.

Sebaliknya, mereka dituntut mampu menunjukkan sikap dan karakter yang mencerminkan seorang Pramuka.

Pihak sekolah pun berpesan agar para Penggalang Garuda dapat menjadi contoh bagi siswa lainnya.

Mereka diharapkan menjaga nama baik sekolah sekaligus membawa semangat kepramukaan dalam lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Harapan kami, semoga menjadi Penggalang Garuda yang sukses, memiliki semangat, membawa nama baik sekolah, serta menjadi Pramuka yang berprestasi,” kata Asep.

Dengan keberangkatan Daffa ke Jambore Nasional dan bertambahnya siswa yang dikukuhkan sebagai Penggalang Garuda, SMPN 1 Manonjaya kembali menunjukkan bahwa pembinaan Pramuka tidak berhenti pada kegiatan rutin.

Dari lingkungan sekolah, para siswa didorong untuk berani berproses, berprestasi, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

 

Heni Nurhaeni/Kondusif.com
banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *