Selain menyiapkan rekrutan baru, PSGC juga mulai menggunakan teknologi untuk memantau kondisi fisik dan aktivitas pemain selama latihan maupun pertandingan.
Teknologi tersebut memanfaatkan rompi khusus yang dapat merekam sejumlah indikator performa, seperti jarak tempuh, kecepatan maksimal, jumlah sprint, detak jantung, hingga pola pergerakan pemain di lapangan.
Data yang terkumpul nantinya menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan manajemen dalam mengukur kondisi fisik serta kontribusi masing-masing pemain.
“Jadi tidak bisa dibohongi. Mana yang kondisi fisiknya sudah lemah, mana yang malas, tidak mau sprint atau hanya berjalan, semuanya bisa terlihat karena ada rekamannya,” ujar Herdiat.
Melalui evaluasi tersebut, manajemen berharap dapat menentukan kebutuhan tim secara lebih terukur sebelum memasuki putaran kedua.
Rencana mendatangkan lima pemain baru diharapkan bisa menambah kedalaman skuad sekaligus meningkatkan daya saing PSGC dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Manajemen pun masih memiliki waktu untuk memantau perkembangan para pemain sebelum mengambil keputusan terkait komposisi tim pada jendela transfer Januari mendatang.














