Sebaliknya, mereka perlu memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berkembang, dan menikmati proses latihan.
“Yang paling penting itu orang tua harus sabar karena setiap anak talentanya berbeda-beda. Insyaallah kalau sabar, hasilnya akan lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan seorang atlet muda bukan hanya ditentukan oleh kemampuan teknik.
Mental bertanding, kedisiplinan, dan lingkungan keluarga yang mendukung juga menjadi bagian penting dalam membentuk prestasi.
Prestasi Dibangun dari Kerja Sama Keluarga dan Pelatih
Selama beberapa tahun terakhir, Neng Ozil berhasil mengoleksi berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia pernah naik podium pada kejuaraan di Thailand dan Malaysia serta beberapa kali meraih gelar juara nasional di kelompok usianya.
Yogi menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara atlet, pelatih, dan keluarga.
Ketiganya, menurut dia, memiliki peran yang saling melengkapi dalam proses pembinaan.
Kini, Neng Ozil kembali dipersiapkan menghadapi agenda kejuaraan Asia di Malaysia.
Dengan latihan yang terus dijalani dan dukungan penuh dari keluarga, pelatih optimistis atlet muda asal Ciamis itu mampu melanjutkan tren prestasinya.
Yogi berharap kisah Neng Ozil dapat menjadi inspirasi bagi para orang tua untuk lebih aktif mendukung minat dan bakat anak, khususnya di bidang olahraga.
Menurut dia, prestasi tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak.














