Dengan pola tersebut, media digital kepolisian diharapkan tidak hanya menjadi etalase kegiatan institusi.
Informasi yang dipublikasikan juga dapat berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus memberikan gambaran mengenai pelayanan yang bisa diakses masyarakat.
Humas Diminta Perhatikan Respons Warga
Pengelolaan komunikasi publik juga tidak berhenti setelah sebuah informasi dipublikasikan.
Jajaran humas didorong memantau komentar dan respons masyarakat terhadap konten yang mereka sampaikan.
Respons tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan warga sekaligus memperbaiki cara kepolisian menyampaikan pesan kepada publik.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Ps. Kasi Humas Polres Ciamis Ipda Anggi Aulia Pratiwi mengatakan keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi antara polisi dan masyarakat.
“Pentingnya jajaran untuk terus menampilkan kegiatan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setiap informasi dan konten yang dipublikasikan harus memberikan manfaat serta mencerminkan profesionalisme, humanisme dan kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Anggi.
Menurut Anggi, informasi yang benar, transparan, dan mudah dipahami dapat membantu membangun komunikasi yang lebih sehat antara kepolisian dan masyarakat.
Karena itu, jajaran Polres Ciamis diarahkan terus memperbaiki kualitas pengelolaan informasi publik, termasuk mengoptimalkan media digital sebagai ruang komunikasi dengan warga.
Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bahan bagi jajaran humas untuk memperkuat publikasi yang informatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.














