”Persib ingin hadir tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Sebagai bentuk empati, manajemen kini tengah berupaya menjalin komunikasi langsung dengan para korban dan keluarga yang terdampak untuk memberikan dukungan moral maupun material.
Seruan Kedewasaan di Tengah Perjuangan
Di tengah kepungan kabar duka, Persib harus tetap menjaga napas di kompetisi.
Pelatih dan pemain kini mencoba memulihkan mental demi menatap dua laga sisa Liga 1 musim 2025/2026 melawan PSM Makassar (17 Mei) dan Persijap (23 Mei).
Oleh karena itu, manajemen mendesak seluruh pihak terutama para suporter untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam provokasi yang hanya akan memperkeruh suasana.
”Dukungan yang dewasa, damai, dan penuh rasa hormat akan menjadi kekuatan penting bagi perjuangan Persib menuntaskan musim ini,” tegas manajemen.
Kini, bola panas berada di tangan otoritas keamanan dan penyelenggara liga untuk memastikan bahwa sepak bola tetap menjadi ruang persatuan, bukan ladang kekerasan yang terus memakan korban.














