“1.321 kontak teridentifikasi, 486 kontak dilakukan skrining X-ray, 400 suspek TB, 324 dilakukan pemeriksaan diagnostik TB, dan ditemukan 21 kasus TB,” ujar Rizaldi.
Selain menemukan kasus TB, petugas memberikan terapi pencegahan tuberkulosis atau TPT kepada 31 orang yang memenuhi kriteria.
Pemeriksaan Menjangkau Kelompok Rentan
Penambahan X-ray tidak hanya berkaitan dengan penelusuran kontak erat.
Dinas Kesehatan Ciamis juga menggunakan pemeriksaan tersebut untuk menjangkau kelompok yang memiliki risiko TB.
Dalam kegiatan terintegrasi CKG, sebanyak 15.798 orang dari kelompok rentan telah menjalani skrining.
Dari jumlah tersebut, 11.517 orang menjalani pemeriksaan X-ray.
Petugas kemudian menemukan 4.470 orang yang masuk kategori terduga TB.
Sebanyak 2.721 orang melanjutkan pemeriksaan diagnostik melalui laboratorium.
Hasil pemeriksaan tersebut menemukan 137 kasus TB. Sementara itu, 12 orang mendapatkan terapi pencegahan tuberkulosis.
Data itu menunjukkan pemeriksaan X-ray menjadi bagian dari rangkaian penemuan kasus, bukan pemeriksaan akhir.
Warga yang masuk kategori terduga TB tetap harus menjalani pemeriksaan diagnostik untuk memastikan status penyakitnya.
Penguatan Penelusuran TB di Ciamis
Pemerintah Kabupaten Ciamis selanjutnya akan memperluas penelusuran TB melalui jaringan pelayanan kesehatan.
Dinas Kesehatan melibatkan 37 Puskesmas serta mendorong pemanfaatan Posyandu, Posbindu, dan Pustu Desa.
Petugas akan melakukan penelusuran secara aktif terhadap kontak erat pasien TB.
Warga yang teridentifikasi kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan.
Benjamin sebelumnya menekankan pentingnya menemukan orang yang berpotensi tertular, selain memastikan pasien TB mendapatkan pengobatan.
Karena itu, penambahan alat X-ray di Jawa Barat diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemeriksaan di lapangan.
Dengan tambahan peralatan tersebut, proses skrining terhadap warga yang menjadi sasaran penelusuran dapat dilakukan lebih luas.
Di Ciamis, tambahan tiga unit X-ray akan menjadi bagian dari dukungan fasilitas pemeriksaan TB.
Pemerintah daerah kemudian dapat memanfaatkannya bersama jejaring pelayanan kesehatan untuk memperluas penemuan kasus dan penanganan warga yang berisiko.














