Oleh sebab itu, ia meminta seluruh peserta KKN menjadi mahasiswa yang mampu membawa dampak positif selama menjalankan pengabdian di desa.
Program Harus Lahir dari Kebutuhan Masyarakat
Wawan juga menekankan makna dari KKN Terintegrasi Kompetensi.
Menurutnya, seluruh kompetensi yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah harus diwujudkan melalui karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap setiap program kerja yang disusun tidak dibuat secara sepihak.
Sebaliknya, mahasiswa diminta lebih dulu berdiskusi dan bermusyawarah bersama pemerintah desa serta masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Ia pun mengingatkan peserta KKN agar tidak datang dengan perasaan paling mengetahui persoalan desa.
Mahasiswa justru harus hadir sebagai sahabat masyarakat yang siap belajar, bekerja, dan tumbuh bersama.
“Jangan datang sebagai orang yang merasa paling tahu, tetapi datanglah sebagai sahabat masyarakat yang siap belajar bersama, bekerja bersama, dan tumbuh bersama,” tegasnya.
Mahasiswa Diyakini Menjadi Agen Perubahan
Di akhir sambutannya, Wawan menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki energi, kreativitas, semangat, dan idealisme untuk membantu pembangunan daerah.
Ia berharap momentum KKN dimanfaatkan sebagai ruang untuk membentuk karakter kepemimpinan.
Memperkuat kepedulian sosial, serta memperluas jejaring yang kelak menjadi bekal pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan mengucapkan basmalah, Wawan kemudian secara resmi melepas mahasiswa peserta KKN Terintegrasi Kompetensi INU Ciamis Tahun 2026 untuk melaksanakan pengabdian di lokasi masing-masing.
Kegiatan KKN tahun ini berlangsung mulai 27 Juli hingga 6 September 2026.
Dengan melibatkan 62 mahasiswa yang terbagi ke dalam enam kelompok dan ditempatkan di enam desa di Kabupaten Ciamis.














