banner 720x220
News  

MUI Desak Unhan Klarifikasi Dugaan Larangan Hijab bagi Mahasiswi

Dok, foto. Ilustrasi
Dok, foto. Ilustrasi

“Sekali lagi, pentingnya klarifikasi dari Unhan karena ini lembaga pendidikan yang seharusnya melahirkan generasi bangsa yang inklusif, bersatu, dan saling menghormati,” tutur Siti.

Isu tersebut mencuat setelah calon mahasiswa Program Studi S-1 Kedokteran Unhan, Asma Wafa Andina, mengungkap pengalaman yang dialaminya dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Asma mengaku memilih mundur meski telah dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat.

Ia mengambil keputusan itu karena menduga terdapat kebijakan tidak tertulis yang mengharuskan mahasiswi melepas hijab setelah diterima di Unhan.

Pengalaman tersebut bermula ketika Asma mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru Unhan tahun akademik 2026/2027.

Dalam materi penerimaan mahasiswa baru, Unhan disebut menyediakan ketentuan pakaian yang memungkinkan peserta perempuan mengenakan hijab selama mengikuti tahapan tes.

Namun, menurut Asma, situasinya berbeda ketika ia mengikuti seleksi tingkat pusat di Bogor.

“Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur, saya memilih opsi kedua,” tulis Asma dalam unggahannya, dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pernyataan Asma kemudian memicu perhatian publik.

Hingga berita ini ditulis, Unhan belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan kebijakan tersebut.

Sumber: MUI
banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *