“Razia ini merupakan langkah preventif yang secara rutin dan insidentil kami lakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kami berkomitmen menjaga Lapas Ciamis tetap aman dan kondusif sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Menurut Supriyanto, keberhasilan pembinaan warga binaan tidak hanya ditentukan oleh program pembinaan yang dijalankan, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan yang aman dan terkendali. Oleh karena itu, pengawasan terhadap blok hunian akan terus diperkuat melalui berbagai langkah preventif, termasuk razia berkala dan peningkatan kewaspadaan petugas.
Ia menambahkan bahwa pencegahan masuknya barang terlarang menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pengamanan lapas. Sebab, keberadaan barang-barang yang tidak sesuai ketentuan berpotensi memicu pelanggaran tata tertib, gangguan keamanan, hingga menghambat proses pembinaan warga binaan.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi masuknya barang-barang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan lapas. Seluruh jajaran terus kami dorong untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan deteksi dini secara konsisten sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lapas yang aman dan tertib,” tegasnya.
Selama pelaksanaan razia berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Hasil kegiatan selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam memperkuat sistem pengamanan di lingkungan Lapas Kelas IIB Ciamis.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Ciamis kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mempersempit peluang masuknya barang-barang terlarang guna mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.***
Reporter: Hasna Ismie Lutfiyah














