Pihaknya memastikan tidak ada celah bagi aksi perpeloncoan yang memberatkan siswa.
”Sekarang konsepnya MPLS ramah. Kami ingin anak-anak merasa senang. Tidak ada perpeloncoan dan kegiatan yang membebani fisik siswa. Bahkan, mereka cukup menggunakan perlengkapan yang sudah ada di rumah agar tidak membebani orang tua,” tegasnya.
Demi menjaga efektivitas kegiatan, pihak sekolah memutar otak menyiasati keterbatasan tempat akibat revitalisasi.
Untuk sementara, rangkaian MPLS dialihkan ke GOR Desa Cihaur. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) kedepannya akan dipindahkan ke sekolah dasar (SD) terdekat dengan sistem penyesuaian jadwal.
”Kami sudah berkoordinasi matang dengan pihak SD setempat dan Dinas Pendidikan. Meskipun ada penyesuaian jadwal, kami menjamin proses belajar mengajar tetap efektif dan efisien,” pungkasnya.














