Kompetisi berlangsung pada 25 Juli 2026, sedangkan penyerahan penghargaan dilaksanakan dua hari kemudian, 27 Juli 2026.
Menuju Panggung Nasional
Keberhasilan menjadi juara provinsi sekaligus memastikan langkah Louissa menuju panggung nasional.
Meski demikian, hingga kini jadwal pelaksanaan FLS3N tingkat nasional masih menunggu informasi resmi dari panitia.
“Saya mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional. Untuk jadwal nasionalnya masih belum ada informasi,” katanya.
Di balik prestasi itu, Louissa berasal dari keluarga sederhana. Ia tinggal di kawasan Panyingkiran, Kabupaten Ciamis.
Ayahnya bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya mengelola warung. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Sebelum menempuh pendidikan di SMAN 1 Ciamis, Louissa bersekolah di SMP Negeri 1 Ciamis. Ketertarikannya terhadap dunia seni telah tumbuh sejak saat itu.
Namun, ketika masih di bangku SMP, cabang cipta lagu belum diperlombakan sehingga ia lebih banyak mengikuti kegiatan musik tradisional.
“Waktu SMP ikut musik tradisional karena belum ada lomba cipta lagu,” ujar Louissa.
Kini, keberhasilan Louissa menjadi juara tingkat Provinsi Jawa Barat membuka peluang baru untuk mengharumkan nama Ciamis di tingkat nasional.
Ia pun membawa harapan agar karya musik yang lahir dari proses kreatif dan penghayatan sastra itu mampu kembali mencatatkan prestasi pada ajang FLS3N tingkat nasional.














