banner 720x220
News  

Korsleting Listrik Dominasi, Ciamis Catat 94 Kasus Kebakaran Selama Januari-Juli 2026

(Foto: istimewa)
(Foto: istimewa)

Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Banjarsari dengan 11 kasus, kemudian Kawali dan Rancah masing-masing 8 kasus, serta Panjalu sebanyak 7 kasus.

Sementara kecamatan lainnya mencatat jumlah kejadian antara satu hingga enam kasus.

Data juga menunjukkan tren kebakaran meningkat pada pertengahan tahun.

Selama Januari tercatat 12 kejadian, Februari 8 kejadian, Maret 10 kejadian, April 13 kejadian, Mei 15 kejadian, Juni 13 kejadian, dan hingga 22 Juli sudah mencapai 23 kejadian, menjadikannya bulan dengan jumlah insiden terbanyak sejauh ini.

Meski demikian, dampak terhadap korban jiwa relatif dapat ditekan.

Sepanjang periode tersebut tercatat tiga orang mengalami luka fisik dan tidak ada korban meninggal dunia.

Dalam penanganannya, petugas Damkar berhasil merespons 75 kejadian sesuai target response time maksimal 15 menit.

Sebanyak 13 kejadian ditangani di luar target waktu tanggap, sedangkan 6 kejadian lainnya lebih dulu ditangani oleh warga atau relawan maupun masuk tahap investigasi pascakebakaran.

Ega menambahkan, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kebakaran.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik, lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun tungku api.

Serta tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat cuaca kering.

“Kami terus mengedepankan upaya edukasi kepada masyarakat. Kesadaran terhadap potensi bahaya kebakaran harus ditingkatkan karena sebagian besar kejadian sebenarnya dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Berdasarkan rekapitulasi Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis.

Total taksiran kerugian akibat 94 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga 22 Juli 2026 mencapai Rp5.713.100.000.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *