CIAMIS,Kondusif.com,- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH Saepul Ujun, menilai pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.
Menurutnya, persoalan utama terletak pada lemahnya keimanan para pemegang kekuasaan sehingga tidak memiliki rasa takut kepada Allah SWT saat menyalahgunakan amanah.
Pernyataan itu disampaikan KH Saepul Ujun saat diwawancarai di Kantor MUI Kabupaten Ciamis, Jalan Iwa Kusumah, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jumat (17/7/2026).
Dalam wawancara tersebut, ia menanggapi kegelisahan masyarakat mengenai maraknya kasus KKN yang melibatkan oknum penyelenggara negara, penyelenggara pemerintahan hingga aparatur penegak hukum.
Menurutnya, masyarakat berharap supremasi hukum benar-benar menjadi panglima dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun, ia menilai akar persoalan tidak hanya berada pada sistem hukum.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa persoalan moral dan keimanan menjadi faktor yang sangat menentukan.
“Negara kita memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Para pendiri bangsa telah menjadikan agama sebagai dasar kehidupan bernegara. Bahkan dalam Pembukaan UUD 1945 ditegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Menurut KH Saepul Ujun, kemerdekaan Indonesia merupakan nikmat sekaligus amanah dari Allah SWT.
Karena itu, seluruh sumber daya alam yang dimiliki Indonesia seharusnya dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Dengan tetap berpegang pada aturan agama dan konstitusi.
Ia mengatakan, setiap orang yang diberi amanah memimpin harus menyadari bahwa jabatan hanyalah titipan.
Yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
“Selama seseorang tidak merasa selalu diawasi Allah, tidak merasa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Mengetahui, maka penyimpangan akan terus terjadi. Semua harta, jabatan, dan kekuasaan nanti akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya.
Keimanan dan Keserakahan Dinilai Jadi Akar Persoalan
KH Saepul Ujun menegaskan, praktik KKN tidak akan pernah benar-benar selesai apabila para pemegang kebijakan hanya memiliki keimanan sebatas ucapan, tanpa tercermin dalam hati dan perbuatannya.














