Delapan bulan adalah waktu yang cukup untuk berduka, tapi terlalu lama untuk tetap membisu. Jika PAN Ciamis ingin dikenal sebagai partai yang bertanggung jawab, mereka harus segera bangkit. Usulkan nama, buka dialog dengan partai koalisi, ajak publik berdiskusi. Tunjukkan bahwa PAN bukan hanya kendaraan politik sesaat, melainkan rumah kader yang memperjuangkan nilai dan menjaga warisan.
Sebab waktu tak menunggu. Keluarga almarhum menanti kejelasan. Publik menanti arah. Sejarah mencatat. Dan jika PAN terus memilih diam, bukan tidak mungkin mereka juga akan ditinggalkan. Bukan karena kalah dalam pemilu, tapi karena gagal menjaga amanah dalam hati rakyat.
Kini, bukan soal siapa yang akan duduk di kursi kosong itu. Tapi siapa yang berani mengisi kekosongan tanggung jawab yang telah ditinggalkan partai itu sendiri.
Dan untuk PAN Ciamis, mungkin inilah saatnya berhenti diam. Sebelum semuanya benar-benar terlambat.












