Menurut pemerintah, kerukunan bukan hanya memiliki nilai moral, tetapi juga menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional.
Kerukunan Dinilai Perkuat Pembangunan Nasional
Presiden menegaskan bahwa harmoni sosial menjadi fondasi dalam menjalankan berbagai program pembangunan sumber daya manusia.
Pemerintah mencatat jutaan peserta didik di bawah binaan Kementerian Agama telah menerima manfaat Program Indonesia Pintar.
Selain itu, ratusan ribu mahasiswa perguruan tinggi keagamaan memperoleh bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah.
Transformasi pendidikan keagamaan juga terus berjalan melalui revitalisasi madrasah, pembangunan perguruan tinggi keagamaan, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kompetensi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Pada sektor pesantren, pemerintah memperkuat komitmennya dengan membentuk Direktorat Jenderal Pesantren.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian sekaligus memperbesar kontribusi pesantren dalam pembangunan nasional.
Di bidang lingkungan hidup, Kementerian Agama terus mengembangkan pendekatan pendidikan berbasis ekologi melalui program Eco-Philo.
Program tersebut mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aksi nyata.
Seperti penanaman pohon, pelestarian mangrove, rehabilitasi terumbu karang, hingga pemanfaatan ekoenzim.
Selain itu, pemerintah mencatat pengelolaan zakat dan wakaf terus mengalami perkembangan positif.
Peningkatan penghimpunan zakat serta pengembangan wakaf produktif dinilai mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.
Memperluas manfaat sosial, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutan Presiden, Menteri Agama mengajak seluruh peserta menjadikan Dzikir dan Doa Kebangsaan sebagai ikhtiar batin yang berjalan seiring dengan kerja nyata membangun Indonesia.
Menurut Presiden, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, atau stabilitas politik, tetapi juga ditopang kekuatan moral, keluhuran akhlak, dan kokohnya persaudaraan antarsesama.
Momentum menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, menurut pemerintah, menjadi pengingat bahwa cita-cita para pendiri bangsa hanya dapat diwujudkan.
Apabila seluruh elemen masyarakat terus merawat persatuan, menghormati keberagaman, serta menghidupkan semangat gotong royong.
Dzikir dan doa yang dipanjatkan bersama di jantung ibu kota pun menjadi simbol bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada ikhtiar lahiriah.
Melainkan juga pada kekuatan spiritual yang menyatukan seluruh anak bangsa.














