Faktanya, dari total 21.081 unit sepeda motor listrik yang seharusnya diserahkan, realisasi pengadaan baru mencapai 3.229 unit.
Meski demikian, pembayaran kepada penyedia telah dilakukan 100 persen, sehingga negara diduga mengalami kerugian yang signifikan.
JAM PIDMIL Siapkan Pemeriksaan Ulang
Sementara itu, Direktur Penindakan JAM PIDMIL, Brigjen Cpm Andi Suci Agustiansyah, membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi tata kelola MBG dari JAM PIDSUS.
Menurutnya, karena BU masih berstatus prajurit TNI aktif, proses hukum akan dijalankan melalui mekanisme koneksitas yang melibatkan unsur kejaksaan dan peradilan militer.
“Dalam hal ini tentunya ada prosedur yang akan kami kerjakan karena yang telah disampaikan Pak Direktur Penyidikan bahwa Kolonel CPL BU ini adalah TNI aktif sehingga akan kami kerjakan secara koneksitas,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, BU sebelumnya telah diperiksa penyidik JAM PIDSUS sebagai saksi. Setelah berkas dilimpahkan, JAM PIDMIL akan kembali memeriksa yang bersangkutan melalui Polisi Militer dan Oditur Militer.
“Untuk pengembangan dan selanjutnya tentunya kami akan berkomunikasi terus dengan Dirdik sehingga proses perkara yang akan kami kerjakan secara koneksitas ini bisa berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Andi menambahkan, BU merupakan prajurit TNI aktif dari Korps Peralatan (CPL). Proses penyidikan koneksitas pun akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab dalam perkara dugaan korupsi program MBG tersebut.














