banner 720x220
News  

Karangan Bunga Satir Warnai Aksi Mahasiswa di DPRD Ciamis

Karangan bunga bernada satir saat aksi Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung plus dan Aliansi BEM Ciamis di Gedung DPRD Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com).
Karangan bunga bernada satir saat aksi Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung plus dan Aliansi BEM Ciamis di Gedung DPRD Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com).

“Negara ini tidak baik-baik saja. Kita lihat sendiri bagaimana pedagang mengeluh karena dagangannya tidak laku. Harga kebutuhan pokok terus melambung,” ujar orator lainnya.

Mahasiswa menilai kondisi tersebut merupakan persoalan nyata yang dirasakan langsung masyarakat dan bukan sekadar data statistik semata.

Sempat Terjadi Aksi Dorong Pagar

Situasi aksi sempat memanas ketika massa mencoba mendekati area dalam Gedung DPRD Ciamis.

Sejumlah mahasiswa terlihat merapat ke pagar utama sambil terus meneriakkan tuntutan mereka.

Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi kemudian membentuk barikade untuk mengamankan pintu masuk gedung. Akibatnya, aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat sempat terjadi.

Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

Di tengah ketegangan tersebut, mahasiswa terus menyuarakan tuntutan mereka. Mereka menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan bertujuan menciptakan kekacauan, melainkan menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Kami datang bukan untuk anarkis. Kami datang untuk menyuarakan keadilan dan menuntut kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil,” kata salah seorang peserta aksi.

Tak lama kemudian, pintu Gedung DPRD akhirnya dibuka.

Massa aksi langsung memasuki area gedung sambil meneriakkan kata “revolusi” secara berulang-ulang.

Setelah masuk ke dalam gedung, mahasiswa kembali menggelar mimbar bebas. Mereka menyampaikan pandangan serta tuntutan secara langsung di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ciamis yang hadir.

Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, tampak berada di lokasi untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa. Selain itu, Kapolres Ciamis, H. Hidayatullah, juga terlihat hadir memantau jalannya aksi.

Sampaikan Delapan Tuntutan

Dalam audiensi tersebut, Aliansi Cipayung Plus dan Aliansi BEM Ciamis menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan DPRD.

Tuntutan tersebut meliputi evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dorongan agar program tersebut memberikan dampak terhadap pembangunan daerah, penurunan harga BBM dan stabilisasi harga kebutuhan pokok, hingga prioritas terhadap sektor pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Selain itu, mereka juga menyatakan penolakan terhadap militerisasi, menolak represi dan kriminalisasi terhadap mahasiswa serta kelompok masyarakat sipil lainnya, mendesak pemberantasan korupsi dan premanisme, serta meminta pemerintah bertanggung jawab atas berbagai kebijakan yang dinilai berdampak pada menurunnya kesejahteraan masyarakat.

Perwakilan Aliansi Cipayung Plus yang berbicara dalam audiensi menyebut kedatangan mereka ke DPRD merupakan bagian dari upaya menyampaikan aspirasi melalui jalur demokrasi.

“Kami datang ke sini karena masih percaya DPRD adalah rumah rakyat. Karena itu kami berharap aspirasi yang kami sampaikan hari ini benar-benar diperjuangkan,” ujarnya.

DPRD Ciamis Tandatangani Tuntutan Mahasiswa

Menjelang berakhirnya audiensi, Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, memberikan tanggapan atas berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Ia menjelaskan tidak semua tuntutan yang diajukan dapat ditindaklanjuti oleh DPRD karena sebagian besar berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat.

“Ada yang bisa dijelaskan oleh kami terkait fungsi DPRD. Namun, sebagian besar yang disampaikan bukan menjadi kewenangan DPRD Kabupaten Ciamis. Secara konstitusi, kami tidak berurusan dengan undang-undang. Kalau terkait perda, itu memang menjadi ranah kami,” ujar Nanang di hadapan peserta audiensi.

Meski demikian, Nanang menyatakan DPRD Ciamis siap menandatangani dan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pihak yang berwenang.

Ia juga mengapresiasi pesan mahasiswa yang meminta seluruh pihak menjaga konstitusi dan demokrasi.

Suasana audiensi sempat mencair ketika Nanang menyinggung waktu yang telah memasuki sore hari.

Ia mengaku rela menunda aktivitas pribadinya demi mendengarkan aspirasi mahasiswa hingga tuntas.

“Tentang apa yang Anda sampaikan, kami siap menandatangani. Setelah ini kita tindak lanjuti. Demi Allah, saya dari jam 16.30 WIB sampai sekarang belum melaksanakan salat Ashar karena mengikuti rapat ini. Saya menghargai apa yang disampaikan kawan-kawan semua,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta audiensi.

Setelah penyampaian tanggapan tersebut, DPRD dan perwakilan mahasiswa kemudian melanjutkan proses penandatanganan berita acara serta kesepakatan hasil audiensi.

Hingga audiensi berakhir, suasana tetap berlangsung kondusif.

Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, bersama sejumlah anggota DPRD lainnya tampak mendengarkan aspirasi mahasiswa hingga selesai sebelum akhirnya menutup pertemuan tersebut menjelang petang.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *