banner 720x220

Kampung Adat Kuta Ciamis Disiapkan Jadi Destinasi Wellness Tourism

Perwakilan Unsiba Bandung saat menyerahkan hasil rencana wellness tourism di Kampung Adat Kuta Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)
Perwakilan Unsiba Bandung saat menyerahkan hasil rencana wellness tourism di Kampung Adat Kuta Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)

Terlebih, lahan yang menjadi lokasi rancangan wisata tersebut bukan tanah adat.

Didi mengatakan lahan di kawasan Rancabogo merupakan tanah milik warga.

Lokasinya berada di sekitar Kampung Kuta, sebelum menuju Sungai Cijolang.

Kawasan tersebut juga berada tidak jauh dari lokasi pelaksanaan ritual Nyuguh yang berlangsung di tepian sungai perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Karena itu, pengembangan wisata membutuhkan komunikasi dengan masyarakat pemilik lahan serta penyesuaian dengan kearifan lokal.

Dari Ritual ke Pengalaman Wisata

Potensi wellness tourism di Kampung Kuta tidak berdiri sendiri.

Tradisi Nyuguh menunjukkan bagaimana masyarakat setempat masih menjaga hubungan sosial, alam, dan budaya.

Setiap 25 Sapar, warga Kampung Kuta berkumpul dalam ritual Nyuguh.

Mereka membawa makanan, kemudian saling bertukar dan menikmatinya bersama warga serta tamu yang hadir.

Bagi Didi, inti ritual tersebut adalah rasa syukur kepada Tuhan sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Ritual itu juga berlangsung di kawasan Sungai Cijolang.

Lanskap perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah membuat kegiatan adat tersebut sekaligus menawarkan pengalaman ruang yang berbeda bagi pengunjung.

Karena itu, pengembangan wisata berbasis wellness berpotensi mempertemukan dua kekuatan Kampung Kuta: tradisi yang diwariskan leluhur dan lingkungan alam yang masih dipertahankan.

Namun, bagi masyarakat adat, batasnya jelas. Wisata boleh berkembang, tetapi adat tidak boleh tersisih.

Didi berharap seluruh kegiatan adat di Kampung Kuta tetap berjalan dari generasi ke generasi.

Ia juga berharap masyarakat luar mengambil nilai baik dari kehidupan masyarakat Kuta tanpa menghilangkan karakter lokal.

“Kami ingin kegiatan adat tetap dilaksanakan sesuai dengan kearifan lokal yang berjalan,” kata Didi.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *