Dia juga mengingatkan aspek keselamatan di luar stadion.
Suporter yang hendak menyaksikan pertandingan diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas, termasuk ketika melakukan perjalanan secara berkelompok.
Jika suporter melakukan konvoi, Eko berharap rombongan tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Ketertiban tersebut harus dijaga sejak berangkat menuju stadion hingga perjalanan pulang setelah pertandingan.
“Suporter nanti agar bisa komitmen menjaga perdamaian, tidak melakukan tindakan anarkis, provokasi, maupun membawa flare dan benda berbahaya ke dalam stadion,” tuturnya.
Balad Galuh Siap Jadi Mitra Polri
Sementara itu, Ketua Umum DPP Balad Galuh, Ghozin, menyambut baik pertemuan dengan jajaran Polres Ciamis.
Dia menegaskan Balad Galuh siap menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan kondusivitas selama kompetisi.
Menurut Ghozin, komunikasi antara suporter dan kepolisian harus terus dibangun.
Terlebih, PSGC Ciamis akan menghadapi sejumlah pertandingan kandang yang berpotensi mendatangkan banyak suporter.
“Alhamdulillah kami datang ke sini diterima dengan baik sama Kapolres, Kasat Intel dan anggota,” kata Ghozin.
Dia mengatakan Balad Galuh ingin menghadirkan suasana pertandingan yang aman dan nyaman.
Dukungan kepada PSGC Ciamis, kata dia, tidak harus diwujudkan melalui tindakan yang berlebihan atau berujung pada kericuhan.
“Kami ingin setiap pertandingan nanti bisa menjadi tontonan yang ramah keluarga,” ujarnya.
Karena itu, Balad Galuh siap mengawal komitmen tersebut di lapangan.
Mereka ingin suporter tetap bisa menunjukkan fanatisme dan kreativitas dalam mendukung PSGC Ciamis, tetapi tetap mengedepankan sportivitas serta menjaga keamanan.
“Kami siap kawal komitmen ini di lapangan,” pungkasnya.
Dengan adanya komunikasi antara Balad Galuh dan Polres Ciamis tersebut, kedua pihak berharap gelaran Championship Liga 2 2026, khususnya pertandingan PSGC Ciamis, dapat berlangsung aman dan kondusif.
Dukungan dari tribun pun diharapkan tetap menjadi energi positif bagi tim berjuluk Laskar Singacala tanpa mengorbankan keamanan maupun kenyamanan masyarakat.














