Selain itu, Herdiat menyoroti masih adanya perbedaan data antarlembaga, salah satunya terkait angka stunting.
Menurutnya, perbedaan tersebut dapat menghambat penyusunan program hingga berpotensi membuat bantuan tidak tepat sasaran.
“Kalau datanya berbeda-beda, tentu akan menyulitkan dalam menentukan langkah intervensi. Bahkan bisa berakibat bantuan atau program tidak tepat sasaran. Karena itu, data yang akurat sangat penting,” ujarnya.
Herdiat Klaim Data BPS Memiliki Metodologi Jelas
Herdiat mengatakan selama ini dirinya lebih banyak mengacu pada data yang diterbitkan BPS.
Menurutnya, data BPS memiliki metodologi yang jelas sehingga tingkat kepercayaannya lebih tinggi.
Di sisi lain, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha di Kabupaten Ciamis, untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat agar mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Berikan data yang sebenarnya kepada petugas agar hasilnya benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya,” ajaknya.
Sebagai bentuk dukungan, Herdiat juga memasang stiker Sensus Ekonomi 2026 usai mengikuti pendataan.
Aksi tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menyukseskan sensus sekaligus mendorong partisipasi masyarakat agar data ekonomi yang dihasilkan semakin akurat dan dapat menjadi dasar pembangunan yang tepat sasaran.














