“Dampak digitalisasi luar biasa. Manfaatnya besar, tetapi dampak negatifnya juga besar. Judi online dan pinjaman online sekarang bukan hanya terjadi di masyarakat, ASN juga banyak yang terjerat,” ujarnya.
Selain itu, Herdiat menyoroti meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak yang dipengaruhi penyalahgunaan teknologi digital.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Ciamis, sepanjang 2025 tercatat 83 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dengan jumlah korban mencapai ratusan.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, sekolah dan keluarga memiliki peran penting membimbing generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus membangun karakter yang kuat.
Melalui Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS), Herdiat berharap para kepala sekolah dan guru tidak hanya mengajarkan pengelolaan keuangan sejak dini, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan menyaring dampak positif dan negatif perkembangan digital.
“Bapak dan ibu guru harus menyampaikan kepada anak didik bagaimana mengelola keuangan sejak dini, sekaligus membangun karakter. Membangun fisik itu mudah kalau ada anggaran, tetapi membangun mental masyarakat membutuhkan kolaborasi semua pihak,” kata Herdiat.














