banner 720x220
News  

Herdiat Ingin Gong Perdamaian Jadi Magnet Investasi di Ciamis

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. (Dok, foto. Istimewa)
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. (Dok, foto. Istimewa)

“Investor-investor dengan Galuh yang damai, Galuh yang kondusif, banyak yang mau datang, mau menanamkan modalnya di Kabupaten Ciamis agar lebih baik,” katanya.

Selain investasi, Herdiat juga berencana memperluas jangkauan kegiatan dengan mengundang para duta besar yang berada di Jakarta.

Menurut dia, kehadiran para perwakilan negara tersebut dapat menjadi kesempatan bagi Ciamis untuk memperkenalkan sejarah perdamaian Tatar Galuh kepada dunia.

“Paling tidak duta-duta besar yang ada di Jakarta kita undang. Kita membuktikan kepada dunia bahwa perdamaian itu di Ciamis sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu, berabad-abad,” ujar Herdiat.

Ia menyadari kehadiran para duta besar tersebut membutuhkan proses.

Namun, Pemerintah Kabupaten Ciamis, kata dia, akan berupaya mengundang mereka untuk hadir dalam kegiatan berikutnya.

“Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan mau hadir. Tapi paling tidak kita berusaha mengundang mereka,” katanya.

Tak Ingin Berhenti pada Upacara

Herdiat kemudian menegaskan kembali harapannya terhadap pelaksanaan Milangkala Gong Perdamaian Dunia.

Ia ingin kegiatan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurut dia, Milangkala ke-17 harus menjadi momentum untuk memperbaiki penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.

“Makna yang diambil dari Milangkala ke-17 ini, kita harus lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang lagi,” katanya.

Herdiat tidak ingin kegiatan Gong Perdamaian Dunia hanya berlangsung sebagai agenda tahunan tanpa memberikan efek lanjutan bagi daerah.

“Jangan begini-begini terus, hanya upacara seremonial, tapi dampak atau perkembangannya untuk masyarakat kurang. Harusnya lebih banyak efeknya untuk kemajuan, berdampak baik untuk Ciamis,” ujar Herdiat.

Dengan demikian, Herdiat ingin pesan perdamaian yang selama ini melekat pada Gong Perdamaian Dunia berjalan beriringan dengan agenda pembangunan daerah.

Sejarah Galuh tetap menjadi pijakan, sementara manfaat ekonomi dan investasi menjadi salah satu hasil yang ingin didorong dari kegiatan tersebut.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *