Menurutnya, keberhasilan menghimpun dan menyalurkan zakat tidak bisa dilakukan hanya oleh pengurus di tingkat kabupaten.
Sebaliknya, diperlukan kerja bersama yang melibatkan seluruh elemen hingga ke tingkat paling bawah.
Karena itu, ia berharap sinergi yang selama ini terbangun dapat terus diperkuat oleh kepengurusan baru BAZNAS Ciamis periode 2026-2031.
“Jangan lupa para UPZ. Jangan ditinggalkan. Beliau-beliau ini salah satu kunci sukses BAZNAS di Ciamis,” ujar Herdiat.
Ia menilai semangat gotong royong yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Ciamis menjadi modal besar dalam pengembangan zakat, infak dan sedekah.
Melalui jaringan UPZ yang tersebar hingga pelosok desa.
Potensi zakat yang besar di Kabupaten Ciamis dapat dihimpun dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pengabdian yang Tak Selalu Terlihat
Di tengah berbagai capaian yang diraih BAZNAS Ciamis.
Herdiat mengingatkan agar peran para pengurus UPZ tidak dilupakan.
Sebab, banyak dari mereka yang bekerja di balik layar tanpa sorotan publik.
Namun memiliki kontribusi besar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat.
Menurutnya, dedikasi para pengurus UPZ menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh kuat di Kabupaten Ciamis.
Karena itu, ia berharap para pengurus UPZ terus menjaga semangat pengabdian dan keikhlasan dalam menjalankan amanah.
“Saya bangga kepada para pengurus UPZ. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan untuk membantu sesama. Ini kekuatan yang harus terus dijaga,” pungkasnya.
Dengan jaringan UPZ yang aktif hingga tingkat desa, BAZNAS Ciamis diharapkan mampu terus memperluas manfaat zakat.
Bagi masyarakat sekaligus memperkuat tradisi gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas Kabupaten Ciamis.














