Selain memberikan apresiasi, Otong juga mengingatkan bahwa dunia pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, meningkatnya biaya produksi, hingga persaingan pasar yang semakin ketat.
Karena itu, ia mendorong petani untuk mulai meninggalkan cara-cara lama dan beralih menuju pertanian modern berbasis teknologi.
“Pertanian harus berubah, pertanian harus modern, pertanian harus berbasis teknologi, pertanian harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas, efisien, dan memiliki nilai tambah,” tegasnya.
Menurut Otong, transformasi teknologi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh pengurus KTNA di Jawa Barat untuk aktif mendampingi petani, memperkuat regenerasi petani muda, serta menjadi jembatan antara pemerintah dengan pelaku usaha pertanian.
Hari Krida Pertanian ke-54 tingkat Kabupaten Ciamis sendiri berlangsung pada 13-15 Juli 2026 dengan mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.”
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 peserta dan diisi dengan rembug utama KTNA, temu teknologi.
Kemudian, temu usaha, pelatihan pertanian, pameran, perlombaan, hingga hiburan rakyat.














