Tasikmalaya,Kondusif.com,- Musim kemarau mulai memberi tekanan serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Tasikmalaya. Hingga awal Agustus 2026, hampir 44 persen hamparan lahan pertanian di daerah itu dilaporkan terdampak kekeringan dengan tingkat ringan hingga sedang.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat, dari total 4.948 hektare hamparan lahan pertanian di 26 kecamatan, sebanyak 2.172 hektare atau sekitar 43,9 persen telah mengalami dampak kekeringan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, S.Kep., mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.
“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Dampak Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Satgas ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kekeringan dan potensi kebakaran hutan maupun lahan,” ujar Abdul Azis saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026).
Menurut dia, berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029, terdapat 11 kecamatan dan 71 desa yang masuk kategori indeks bahaya kekeringan tinggi.
Karena itu, upaya mitigasi dinilai harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga relawan.
Wilayah terdampak terluas berada di Kecamatan Manonjaya dengan 232 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan akibat mengeringnya aliran sungai.
Berikutnya Kecamatan Jamanis seluas 225 hektare dan Kecamatan Cipatujah mencapai 200 hektare.
Selain itu, seluruh hamparan pertanian di Kecamatan Cikalong, Salawu, dan Sukaraja dilaporkan telah terdampak kekeringan.
Krisis Air Bersih Mulai Meluas
Tak hanya sektor pertanian, musim kemarau juga mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Hingga 15 Juli 2026, BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah menyalurkan lebih dari 100 ribu liter air bersih kepada 3.115 kepala keluarga atau sekitar 16.869 jiwa.
Distribusi air bersih dilakukan di delapan kecamatan, yakni Bojonggambir, Cineam, Pagerageung, Karangnunggal, Bojongasih, Tanjungjaya, Sukarame, dan Sukaratu.














