Upaya tersebut memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar serangan tikus tidak terus menggerus hasil panen.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dan para petani, diharapkan pengendalian hama tikus dapat berjalan efektif sehingga hasil pertanian tetap terjaga dan mampu mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Garut,” kata Hilman kepada wartawan.
Ia mengatakan kepolisian mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, termasuk sektor pertanian.
Menurut dia, keberhasilan menjaga produksi pangan tidak hanya bergantung pada musim tanam dan ketersediaan pupuk.
Tetapi juga pada kemampuan mengendalikan organisme pengganggu tanaman secara berkelanjutan.
Karena itu, pengendalian hama secara terpadu dinilai perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan petani sebagai pelaku utama di lapangan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan kerusakan tanaman sekaligus menjaga hasil panen tetap optimal.














